Berbagi Informasi: Pojok Petualang
Tampilkan postingan dengan label Pojok Petualang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pojok Petualang. Tampilkan semua postingan

PENCINTA ALAM ATAU PENDAKI GUNUNG?


Saat kita melihat seorang yang memakai bandana dikepala atau syal kebesaran yang melilit dileher,  celana & baju PDL lengkap dengan akesorisnya, sepatu boot, dan menggendong carrier di punggungnya. Satu hal yang pertama terlintas dibenak kita "Dia anak PA (Pencinta Alam)". 

Padahal mungkin belum tentu dia Pencinta Alam, walaupun kegiatan Pencinta Alam di negara kita identik dengan kegiatan mendaki gunung. Padahal antara Pencinta alam dan Pendaki gunung adalah dua hal yang berbeda. Tidak selamanya Pencinta Alam itu Pendaki Gunung dan sebaliknya. Tidak bisa dipungkiri banyak klub-klub pendaki gunung menggunakan nama pencinta alam terutama di tingkat Sekolah Menengah Atas dan Universitas. Akan tetapi banyak pula yang tidak menyertakan kata Pencinta Alam dalam nama klubnya tersebut, biasanya di klub-klub pendaki gunung yang bersifat umum. Ada yang menamakan dirinya, Klub Pendaki Gunung, Klub Penjelajah Alam, Klub Penggiat Alam Bebas dan lain sebagainya.

Jadi, seorang Pendaki Gunung belum tentu Pencinta Alam. Pendaki Gunung, Penjelajah Rimba, Penggiat Alam bebas atau apapun itu namanya, adalah mereka yang hanya mendaki gunung dengan tujuannya masing-masing, ada yang mengikuti aturan atau kaidah-kaidah bagaimana harus berperilaku di alam bebas, banyak pula yang mengbaikannya. Contohnya, maaf..., masih banyak diantara mereka malah membuat kotor lingkungan dengan membuang sampah seenaknya, menebas atau menebang pohon seenaknya demi kenyamanan mendirikan tenda-tenda mereka, dan lain sebagainya. Bahkan yang paling miris masih banyak diantara mereka yang tergabung dalam klub pencinta alam sekalipun masih melakukan hal-hal yang merusak alam dan lingkungannya. 

Sedangkan Pencinta Alam adalah mereka-mereka yang mempunyai komitmen untuk melestarikan dan menjaga keutuhan alam dan lingkungannya. Untuk menjadi seorang Pencinta Alam tidaklah mudah, dibutuhkan komitmen yang kuat dalam dirinya untuk senantiasa menjaga dan melestarikan alam sekitarnya. Dimulai dengan hal yang paling sederhana yaitu tidak membuang sampah sembarangan.

Naah...sobat petualang...pertanyaannya adalah:
"Apakah kita seorang Pencinta Alam atau Pendaki Gunung, atau Pandaki Gunung yang mencintai Alam atau malah Pendaki Gunung yang merusak Alam?"

Tentunya Jawabannya ada pada diri kita masing-masing. Silahkan direnungkan....

Salam Rimba!!!

PENGETAHUAN DASAR SURVIVAL PART 4 SELESAI


PENGETAHUAN DASAR SURVIVAL PART 4 SELESAI

Makanan / Sosiologi Botani :
Dalam kondisi hidup dialam bebas ada berbagai makanan yang dapat di konsumsi, tetapi harus memperhatikan beberapa syarat dan patokan berikut :
·         Makanan yang di makan kera juga bisa di makan manusia
·         Hati-hatilah pada tanaman dan buah yang berwarna mencolok
·         Hindari makanan yang mengeluarkan getah putih, seperti sabun kecuali sawo dan pepaya. Tanaman yang akan dimakan di coba dulu dioleskan pada tangan, lengan, bibir dan atau lidah, tunggu sesaat. Apabila terasa aman bisa dimakan.
·         Hindari makanan yang terlalu pahit atau asam

Peringatan : Hubungan air dan makanan; Untuk makanan yang mengandung karbohidrat memerlukan air yang sedikit, Makanan ringan yang dikemas akan mempercepat kehausan, Makanan yang mengandung protein butuh air yang banyak.
Tumbuhan yang dapat dimakan dapat diketahui dari ciri-ciri fisik, misalnya : Permukaan daun atau batang yang tidak berbulu atau berduri, tidak mengeluarkan getah yang sangat lekat, tidak menimbulkan rasa gatal, hal ini dapat dicoba dengan mengoleskan daunnya pada kulit atau bibir dan tidak menimbulkan rasa pahit yang sangat [dapat dicoba di ujung lidah]
Bagian-bagian tumbuhan yang dapat dimakan berupa batangnya :
·         Batang pohon pisang (putihnya)
·         Bambu yang masih muda (rebung)
·         Pakis dalamnya berwarna putih
·         Sagu dalamnya berwarna putih
·         Tebu
Bagian-bagian tumbuhan yang dapat dimakan berupa daunnya :
·         Selada air
·         Rasamala (yang masih muda)
·         cantigi
·         Singkong

Bagian-bagian tumbuhan yang dapat dimakan berupa akar dan umbinya :Ubi jalar, talas, singkong
Bagian-bagian tumbuhan yang dapat dimakan berupa Buahnya :Arbei, asam jawa, juwet
Tumbuhan yang dapat dimakan seluruhnya : Jamur merang, jamur kayu.

Tetapi ada beberapa jenis jamur beracun yang ciri-cirinya adalah :
·         Mempunyai warna mencolok
·         Baunya tidak sedap
·         Bila dimasukkan ke dalam nasi, nasinya menjadi kuning
·         Sendok menjadi hitam bila dimasukkan ke dalam masakan
·         Bila diraba mudah hancur
·         Punya cawan/bentuk mangkok pada bagian pokok batangnya
·         Tumbuh dari kotoran hewan
·         Mengeluarkan getah putih

Selain tumbuhan, berbagai hewan yang ditemukan di alam dapat dimakan juga, misalnya Belalang, Jangkrik, Tempayak putih (gendon), Cacing, burung, Laron, Lebah, larva, Siput/bekicot, Kadal ( bagian belakang dan ekor ), Katak hijau, Ular ( 1/3 bagian tubuh tengahnya ), Binatang besar lainnya.

Ada beberapa ciri binatang yang tidak dapat dimakan, yaitu :
·         Binatang yang mengandung bisa : lipan dan kalajengking
·         Binatang yang mengandung racun : penyu laut
·         Binatang yang mengandung bau yang khas : sigung / senggung

Api
Bila mempunyai bahan untuk membuat api, yang perlu diperhatikan adalah jangan membuat api terlalu besar tetapi buatlah api yang kecil beberapa buah, hal ini lebih baik dan panas yang dihasilkan merata.
Cara membuat api dalam keadaan darurat :
·         Dengan lensa / Kaca pembesar ; Fokuskan sinar pada satu titik dimana diletakkan bahan yang mudah terbakar.
·         Gesekan kayu dengan kayu ; Cara ini adalah cara yang paling susah, caranya dengan menggesek-gesekkan dua buah batang kayu sehingga panas dan kemudian dekatkan bahan penyala, sehingga terbakar
·         Busur dan gurdi ; Buatlah busur yang kuat dengan mempergunakan tali sepatu atau parasut, gurdikan kayu keras pada kayu lain sehingga terlihat asap dan sediakan bahan penyala agar mudah tebakar. Bahan penyala yang baik adalah kawul / sabut terdapat pada dasar kelapa, atau daun aren

Survival kits
Survival kits adalah perlengkapan untuk survival yang harus dibawa dalam perjalanan sebagai alat berjaga-jaga bila terjadi keadaan darurat atau juga dapat digunakan selama perjalanan.
Beberapa contoh peralatan survival kits adalah :
  • ·         Mata pancing /kail,benang pancing.
  • ·         Pisau serbaguna / pisau rimba /pisau lipat
  • ·         Tali frusik,tali paracord.
  • ·         Senter /head lamp
  • ·         Cermin/signal mirror
  • ·         Peluit
  • ·         Fire starter
  • ·         Kaca pembesar
  • ·         Obat-obatan pribadi
  • ·         Jarum + benang + peniti
  • ·         Ponco / jas hujan / rain coat
  • ·         thermal blanket/emergency blanket

Pembelajaran dari mendaki gunung, mendaki gunung, apa enaknya, apa hikmahnya? Enaknya menikmati pemandangan mengagumi kebesaran Sang Pencipta. Dapat dibayangkan gunung yang begitu gagahnya serta menjulang dengan ketinggiannya yang tersebar diseluruh dunia, dengan bermacam bentuk dan ukuran menandakan betapa dahsyat, betapa hebat, betapa maha Sang pencipta. Manakala kita berada di puncak gunung, kecil kita  segala kesombongan, keangkuhan, keserakahan akan sirna, bagaikan debu di tiup angin hilang tanpa ada bekas.

Mendaki gunung memberikan hikmah yang begitu dahsyat  Disadari atau tidak kita dapat belajar segala hal dalam mendaki gunung, rasa persaudaran, persahabatan yang kian kental, kemandirian yang kita peroleh, tidak mudah menyerah, rasa ego yang kian menipis dalam diri, rasa syukur yang makin tebal.

Mungkin masih teringat dalam benak, disaat kita belum pernah mendaki gunung emosi kita suka meluap, manakala pulang sekolah atau main dari rumah sahabat, perut lapar Dirumah hanya dihidangkan oleh ibunda tercinta nasi dengan lauk alakadarnya, kita marah, kita hilang selera melihat hidangan yang alakadarnya Setelah mengalami hal yang mengharuskan kita bertahan hidup dalam pendakian makan apapun yang ada dialam, ataupun makan nasi yang masih kurang matang, atau lauk yang lebih apa adanya dibanding waktu dirumah di bagi dengan kawan sependakian. Tentunya menyesal kita telah menyia-nyiakan masakan ibunda tercinta yang sudah menyiapkan makan untuk anak nya tercinta dengan penuh kasih saying, hanya karena hidangan yang apaadanya.

Masih terlalu banyak pembelajaran dari mendaki gunung. Terimakasih Allah engkau telah berikan pelajaran berharga, dari ciptaanMu gunung yang begitu indah yang bukan hanya untuk dinikmati oleh mata tetapi harus dinikmati oleh hati nurani yang paling dalam serta menjaganya agar dapat memberikan pelajaran bagi generasi yang akan datang.


Salam Rimba!!!

SEJARAH PENCINTA ALAM INDONESIA


SEJARAH PENCINTA ALAM INDONESIA

Kapan kegiatan pencinta alam secara resmi mulai di Indonesia? Benarkah perkumpulan pencinta alam pertama di Indonesia didirikan pada tahun 1964 di Bandung dan Jakarta?

Pada mulanya penulis mengira perkumpulan pencinta alam atau yang sekarang lebih sering ditulis pecinta alam dengan menghilangkan tambahan huruf “n” karena makna pencinta dinilai negatif oleh sebagian kalangan, didirikan pertama kali di Jakarta oleh MAPALA UI atas inisiatif Soe Hok Gie dan beberapa teman-temannya sesama penggiat alam. Selang beberapa bulan kemudian, di Bandung pun menyusul perkumpulan pencinta alam “WANADRI” pada tahun yang sama, 1964.

Namun penulis tercengang ketika membaca buku “Norman Edwin (MAPALA UI), Catatan Sahabat Sang Alam”. Sebuah buku yang berisi kumpulan artikel yang ditulis Norman berdasarkan pengalamannya ketika beraktifitas di alam terbuka pada dekade ’80-an sampai awal ’90-an. Di buku tersebut terdapat sebuah artikel yang dimuat di majalah Mutiara edisi 323, 20 Juni – 3 Juli 1984 yang berjudul ‘Awibowo, “Biang” Pencinta Alam Indonesia.’

Awibowo adalah seorang pendiri dari suatu perkumpulan pencinta alam di negeri ini. Ketika itu Norman beruntung bisa berkunjung ke kediaman kakek tersebut di Yogyakarta dan mewawancarainya secara langsung. Awibowo pun sempat memperlihatkan Norman kartu anggota dan buku kecil Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga perkumpulannya. Perkumpulan “Pentjinta Alam” (PPA) demikian nama organisasi ini, tepatnya didirikan tanggal 18 Oktober 1953. “Selesai revolusi, kami ingin mengisi kemerdekaan ini dengan kecintaan terhadap negeri ini, itu kami wujudkan dengan mencintai alamnya” cerita Awibowo saat itu.

Saat itu, Awibowo baru saja menyelesaikan pendidikannya di Universitas Indonesia di Bogor (sekarang Institut Pertanian Bogor). Bersama  beberapa rekannya Awibowo berkumpul untuk mendirikan suatu perkumpulan yang bergerak dengan kegiatan-kegiatan di alam.

“Kami ramai berdiskusi soal istilah yang akan dipakai untuk menyebutkan perkumpulan itu,” cerita Awibowo. Ada yang mengusulkan untuk memakai istilah “Penggemar Alam” atau “Pesuka Alam”. “Tapi saya mengusulkan istilah “Pentjinta Alam”, karena cinta lebih dalam maknanya daripada gemar atau suka,” tutur Awibowo melanjutkan cerita kepada Norman. Menurut Awibowo gemar atau suka mengandung makna eksploitasi belaka, tetapi cinta mengandung makna mengabdi. “Bukankah kita dituntut untuk mengabdi negeri ini?” Tanya Awibowo.

Perkumpulan Pencinta Alam

Akhirnya istilah “Pentjinta Alam” diterima. Dalam kartu anggota mereka tertulis: “PPA (Perkumpulan Pentjinta Alam) adalah perkumpulan kesukaan (hobby).” Selanjutnya tertulis: “Hobby diartikan suatu kesukaan jang positif serta sutji, lepas dan sutji dari “sifat maniak” jang semata-mata melepaskan nafsunya dalam tjorak negatief.

Dalam Anggaran Dasar perkumpulan tertua ini, dijelaskan bahwa tujuan mereka adalah: Memperluas serta mempertinggi rasa tjinta terhadap alam seisinja dalam kalangan anggauta-anggautanja dan masjarakat oemoemnja. Untuk mencapai tujuan tersebut, perkumpulan ini mengadakan beberapa usaha, yaitu ceramah-ceramah, penerbitan majalah, wisata alam, dan pertunjukan film tentang lingkungan alam. Waktu itu mereka membuatnya dengan iuran-iuran anggotanya tanpa sponsor seperti jaman sekarang.

Salah satu kegiatan besar yang mengesankan bagi Awibowo yang pernah dilakukan PPA adalah pameran pada tahun 1954 dalam rangka peringatan hari lahir kota Yogyakarta dengan membuat taman dan memamerkan foto-foto kegiatan perkumpulan.

Perkumpulan “Pentjinta Alam” berkembang pesat. Dari jumlah hanya berapa orang, tidak lama kemudian anggota-anggota mereka bertambah. Bukan cuma dari Yogyakarta, melainkan juga dari kota-kota lain, seperti Jakarta dan Padang. Hingga bubarnya perkumpulan ini tercatat sekitar enam ratus orang.

Namun sayang perkumpulan ini tidak berumur panjang karena suasana negeri yang tidak mendukung pada saat itu. Situasi politik pada saat itu yang diwarnai oleh komunis menjadi salah satu sebab tidak berjalannya roda organisasi. Akhir tahun 1950,  perkumpulan “Pentjinta Alam” tak terdengar lagi namanya.

Di usianya yang lanjut, Awibowo ikut mengelola beberapa taman serta kursus-kursus pertamanan dengan anak-anaknya. Kata-kata mutiara beliau yang terkenal: “Bila ingin hidup senang sehari, makanlah. Bila ingin hidup senang sebulan, menikahlah. Tapi, bila ingin hidup sejahtera selamanya….buatlah taman!”

Pesannya untuk para pencinta alam muda, “Terima kasih, kalian telah ikut menyuburkan benih-benih cinta alam yang kami taburkan dahulu. Jangan hanya berpartisipasi, tetapi berikan dedikasi yang murni kepada alam!”.

Inilah wawancara singkat antara Norman yang saat itu menjadi reporter majalah Mutiara dengan Awibowo, perintis dari perkumpulan pencinta alam pertama di Indonesia. Mereka telah menanamkan benih-benih cinta alam kepada bangsa Indonesia. Selayaknya kita sebagai generasi penerus bangsa ikut serta dalam menyuburkan benih-benih cinta alam yang sudah mereka tanam.

Ditulis oleh : Alm. Norman Edwin (MAPALA UI)
Dalam buku  "Norman Edwin (MAPALA UI), Catatan Sahabat Sang Alam"

PENGETAHUAN DASAR SURVIVAL PART 3


Pengetahuan Dasar Survival PART 3

Membuat Bivak (Shelter)

Membuat bivak atau shelter perlindungan dalam keadaaan darurat sebenarnya bertujuan untuk untuk melindungi diri dari angin, panas, hujan, dingin dan gangguan binatang.

Macam –macam bivak :
1.Shelter asli alam ; Gua ( yang bukan tempat persembunyian binatang, tidak ada gas beracun dan tidak mudah longsor ). Ingat ! didalam gua jangan berteriak karena dapat meruntuhkan dinding gua.
2.Shelter buatan dari alam ; daun-daunan yang lebar, ranting kayu, atau separuhnya alam dan separuhnya buatan.( misalnya ponco di kombinasi dengan ceruk batu atau pohon tumbang atau ranting kayu )
Syarat bivak :
  • Hindari daerah aliran air  ( bila terpaksa, maka gunakan bivak panggung )
  • Di atas bivak / shelter tidak ada dahan pohon mati/rapuh
  • Bukan sarang nyamuk/serangga
  • Bahan kuat
  • Jangan terlalu merusak alam sekitar
  • Terlindung langsung dari angin


Mengatasi Gangguan Binatang

Nyamuk ; Obat nyamuk, autan, dll , Bunga kluwih dibakar, Gombal / kain butut  ( dalam keadaan memaksa, penulis pernah memotong lengan baju kaos sebagai pengganti gombal ) dan minyak tanah dibakar kemudian dimatikan sehingga asapnya bisa mengusir nyamuk , Gosokkan sedikit garam pada bekas gigitan nyamuk

Laron ; Mengusir laron yang terlalu banyak dengan cabe yang digantungkan

Disengat Lebah ; Oleskan air bawang merah pada luka bekas sengatan berkali-kali, Tempelkan tanah basah/liat di atas luka sengatan, Jangan dipijit-pijit, Tempelkan pecahan genting panas di atas luka, Olesi dengan petsin untuk mencegah pembengkakan

Gigitan Lintah ; Teteskan air tembakau pada lintahnya, Taburkan garam di atas lintahnya, Teteskan sari jeruk mentah pada lintahnya, Taburkan abu rokok di atas lintahnya, Membuang (mengais) lintah upayakan dengan patahan kayu hidup yang ada kambiumnya.

Semut Gatal ; Gosokkan obat gosok pada luka gigitan, Letakkan cabe merah pada jalan semut, Letakkan sobekan daun sirih pada jalan semut

Kalajengking dan lipan; Pijatlah daerah sekitar luka sampai racun keluar, Ikatlah tubuh di sebelah pangkal yang digigit, Tempelkan asam yang dilumatkan di atas luka, Taburkan serbuk lada dan minyak goreng pada luka, Taburkan garam di sekeliling bivouck untuk pencegahan

Ular dll ; Untuk mencegah dan mengobati secara darurat gigitan dan sengatan binatang berbisa mematikan harus mempelajari Emergency Medical Care ( EMC )

Membaca Jejak

Ada beberapa jenis jejak yang dapat diidentifikasi, yaitu jejak buatan, maksudnya adalah jejak yang dibuat oleh manusia dan jejak alami yaitu tanda jejak sebagai tanda keadaan lingkungan.

Jejak alami biasanya menyatakan tentang jenis binatang yang lewat dan ada disekitar, arah gerak binatang, besar kecilnya binatang, cepat lambatnya gerak binatang. Untuk membaca jejak alami (binatang) dapat diketahui dari telapak yang ditinggalkan, kotoran yang tersisa, pohon atau ranting yang patah, lumpur atau tanah yang tercecer di atas rumput.

Air

Seseorang dalam keadaan normal dan sehat dapat bertahan sekitar 20 – 30 hari tanpa makan, tapi orang tersebut hanya dapat bertahan hidup 3 - 5 hari saja tanpa air.

Ada air yang tidak perlu dimurnikan, seperti air hujan langsung. Untuk memperoleh air hujan langsung dalam keadaaan sirvive di alam bebas, maka dapat dengan cara memampung dengan ponco atau daun yang lebar dan alirkan ke tempat penampungan [nesting atau phipless]

Air dari tanaman rambat/rotan atau bambu. Cara memperolehnya, yaitu potong setinggi mungkin lalu potong pada bagian dekat tanah, air yang menetes dapat langsung ditampung atau diteteskan ke dalam mulut.Selain rotan, bambu dan tumbuhan rambat, air juga dapat diperoleh pada bunga (kantung semar) dan lumut.

Air yang harus dimurnikan terlebih dahulu antara lain adalah air sungai besar, air sungai tergenang, air yang didapatkan dengan menggali pasir di pantai (+ 5 meter dari batas pasang surut). Untuk mendaptkan air di daerah sungai yang kering, caranya dengan menggali lubang di bawah batuan

Berikutnya air juga dapat diperoleh dari batang pisang, caranya tebang batang pohon pisang, sehingga yang tersisa tinggal bawahnya [bongkahnya] lalu buat lubang ditengahnya maka air akan keluar, biasanya dapat keluar sampai 3 kali pengambilan.

PENGETAHUAN DASAR SURVIVAL PART 2

Pengetahuan Dasar Survival PART 2

Definisi Survival
Arti survival sendiri terdapat berbagai macam versi, yang akan kita bahas di sini hanyalah menurut versi pencinta alam ;

S : Sadarkan diri dalam keadaan gawat daurat
U : Usahakan untuk tetap tenang dan tabah
R : Rasa takut dan putus asa harus dihilangkan
V : Vitalitas mesti ditingkatkan
I : Ingin tetap hidu[ dan selamat itu tujuannya
V : Variasi alam bisa dimanfaatkan 
A : asal mengerti, berlatih dan tahu caranya
L : Lancar dan Selamat

Kebutuhan survival
Yang harus dipunyai oleh seorang survivor adalah :
  1. Sikap mental ; Semangat untuk tetap hidup, Kepercayaan diri, Akal sehat, Disiplin dan rencana matang serta Kemampuan belajar dari pengalaman
  2. Pengetahuan ; Cara membuat bivak, Cara memperoleh air, Cara mendapatkan makanan, Cara membuat api, Pengetahuan orientasi medan, Cara mengatasi gangguan binatang, Cara mencari pertolongan
  3. Pengalaman dan latihan ; Latihan mengidentifikasikan tanaman, Latihan membuat trap, dll 
  4. Peralatan ; Kotak survival, Pisau jungle , dll
Langkah yang harus ditempuh bila anda/kelompok anda tersesat :
  1. Mengkoordinasi anggota
  2. Melakukan pertolongan pertama
  3. Melihat kemampuan anggota
  4. Mengadakan orientasi medan
  5. Mengadakan penjatahan makanan
  6. Membuat rencana dan pembagian tugas
  7. Berusaha menyambung komunikasi dengan dunia kuar
  8. Membuat jejak dan perhatian
  9. Mendapatkan pertolongan
Bahaya-bahaya dalam Survival

Banyak sekali bahaya dalam survival yang akan kita hadapi, antara lain :

- Ketegangan dan panik
  Cara Pencegahan : 
  Sering berlatih, Berpikir positif dan optimis dan Persiapan fisik dan mental

- Matahari / panas

  • Kelelahan panas
  • Kejang panas
  • Sengatan panas
  • Keadaan yang menambah parahnya keadaan panas : Penyakit akut / kronis, Baru sembuh dari penyakit Demam, Baru memperoleh vaksinasi, Kurang tidur, Kelelahan, Terlalu gemuk, Penyakit kulit yang merata, Pernah mengalami sengatan udara panas, Minum alkohol, Dehidrasi. 
  Pencegahan keadaan panas :
  • Aklimitasi
  • Persedian air
  • Mengurangi aktivitas
  • Garam dapur
  • Pakaian : Longgar, Lengan panjang, Celana pendek, Kaos oblong Serangan penyakit Penyakit yang biasa diderita pegiat alam bebas adalah :Demam, Disentri, Typus, Malaria
- Kemerosotan mental

Gejala : Lemah, lesu, kurang dapat berpikir dengan baik, histeris

Penyebab : Kejiwaan dan fisik lemah atau keadaan lingkungan mencekam Pencegahan : Usahakan tenang dan tentu saja banyak berlatih

- Bahaya binatang beracun dan berbisa
  • Keracunan
Gejala ; Pusing dan muntah, nyeri dan kejang perut, kadang-kadang mencret,,kejang kejang seluruh badan, bisa pingsan.
Penyebab : Makanan dan minuman beracun

Pencegahan : 
Air garam di minum, Minum air sabun mandi panas, Minum teh pekat atau di tohok anak tekaknya

- Keletihan amat sangat

Pencegahan : 
Makan makanan berkalori dan Membatasi kegiatanBahaya lainnya dalam survival adalah : Kelaparan, Lecet, Kedinginan untuk penurunan suhu tubuh 30° C bisa menyebabkan kematian.

PENGETAHUAN DASAR SURVIVAL PART 1

Pengetahuan Dasar Survival

Survival berasal dari kata "Survive" yang berarti mampu mempertahankan diri dari keadaan tertentu. Dalam hal ini mampu mempertahankan diri dari keadaan yang buruk dan kritis. Sedangkan Survivor adalah orang yang sedang mempertahankan diri dari keadaan yang buruk.

Survival adalah keadaan dimana diperlukan perjuangan untuk bertahan hidup. 

Survival merupakan kehidupan dengan waktu mendesak untuk melakukan improvisasi yang memungkinkan. Kuncinya adalah menggunakan otak untuk improvisasi.

Statistik membuktikan hampir semua situasi survival mempunyai batasan waktuyang singkat, hanya 3 hari atau 72 jam bagi orang hilang, dan yang mampu bertahan hidup cukup lama tercatat sangat sedikit, sekitar 5% itu pun karena pengetahuan dan pengalamannya.

Dalam keadaan survival diperlukan pengetahuan terhadap kondisi dan kebutuhan tubuh, bukan mutlak mengerti secara fisik tetapi memahami reaksi atau dampak akibat pengaruh lingkungan, menggunakan pengetahuan dalam usaha mengatur diri saat keadaan darurat adalah kunci dari survival. Pengaturan disini adalah memelihara keterampilan dan kemampuan untuk mengontrol sumber daya di dalam diri dan kemampuan memecahkan persoalan, bila pengaturan keliru, tidak hanya badan terganggu akan tetapi dapat langsung berdampak terhadap kemampuan untuk tetap hidup. Memahami jenis kebutuhan hidup yang menjadi prioritas sangat menguntungkan didalam situasi survival.

Dalam kondisi survival tantangan paling dominan adalah sikap mental atau psikologis untuk mencari kebutuhan tubuh dan untuk memperolehnya dibutuhkan gagasan-gagasan dengan dasar pertimbangan dari pengalaman atau pendidikan yang pernah diikutinya, pengalaman hidup dengan resiko tinggi dan aktivitas menantang terbukti dapat membuat orang belajar untuk berbuat lebih baik dan melakukan adaptasi efektif.

Berikut adalah contoh susunan PRIORITAS dalam keadaan survival :

  1. Tentunya yang paling utama adalah udara, bernafas dilakukan stiap detik untuk bertahan hidup, oleh karena itu udara mendapat prioritas utama untuk bertahan hidup. survival tanpa udara umumnya hanya bertahan selama 3-5 menit.
  2. Selanjutnya dibutuhkan perlindungan dari cuaca buruk dan keganasan alam, sejak keberadaannya manusia dibatasi lingkungannya sendiri mulai dari temperatur yang sangat berpengaruh pada tubuh. Untuk itu diperlukan sesuatu yang dapat melindunginya contohnya api yang dapat menghangatkan dan menjaga temperatur tubuh, jika tidak ada rumah, tenda atau gua. Api dapat dimasukan kedalam prioritas kedua.
  3. Istirahat, sepele namun dibutuhkan. Dengan istirrahat jaringan tubuh akan terbebas dari CO2, asam dan pemborosan lain. Istirahat yang dimaksud adalah istirahat fisik dan juga mental sebab stree dapat mengurangi kemampuan untuk bertahan. Dengan demikian istirahat dapat dimasukan kedalam prioritas ketiga.
  4. Air, kehilangan cairan dan kondisi air yang tidak dapat diminum adalah persoalan didalam survival. Tubuh manusia kira-kira terdiri dari 2/3 jaringan yang mengandung air dan merupakan bagian sistem sirkulasi di dalam organ tubuh. Air dapat menjaga suhu tubuh, memperlancar buang air dan mencerna makanan. Kondisi lingkungan yang ekstrim tanpa air dapat mengurangi kemampuan bertahan hidup hingga tiga hari, sehingga air dapat dimasukan kedalam prioritas keempat. Sangatlah bijaksana apabila pemakaian air dapat dihemat.
  5. Tubuh manusia membutuhkan makanan tiga kli sehari, sementara banyak manusia di benua lain hanya dapat makan sekali sehari atau bahkan tidak makan berhari-hari. Catatan menunjukkan bahwa tanpa makanan survivor dapat bertahan selama 40 hari sampai 70 hari. Keharusan untuk mendapatkan makanan adalah prioritas terakhir dalam survival. Penghematan energi adalah salah satu cara untuk mengimbangi kekurangan makanan.
Sikap dalam Survival
Sikap cepat tanggap dalam keadaan darurat sangat diperlukan. Setiap orang harus dapat berbuat yang terbaik dalam memprioritaskan pandangan terhadap lingkungan darurat. Hal ini tidak mudah karena sikap ini perlu latar belakang pengetahuan dan keterampilan. Bila semua prioritas telah diperoleh tetapi masih kehilangan kemauan untuk hidup atau kemampuan untuk menguasai mental yang disebabkan kondisi fisik, maka akhirnya akan hilang sama sekali. Kondisi yang demikian sangat membahayakan dan bahkan sesuatu yang menguntungkan pun akan dibuangnya. Juga yang perlu diingat janganlah meremehkan sesuatu yang anda lihat. Sikap mental positif sangat diperlukan untuk menganalisa semua yang bertentangan dengan tubuh.

Apa saja yang berguna dalam menghadapi situasi survival dapat dilihat dalam dua persoalan :
  1. Kesiapan mendiskusikan denga jelas " apakah anda ingin hidup?" ungkaoan yang sederhana. Secara naluriah manusia mempunyai insting untuk menjaga diri. Banyak kegiatan survival yang menunjukkan adnaya jalan keluar dari periode fisik ekstrim dan mental stress ke posisi tenang. Sadar atau tidak orang mempunyai kekuatan untuk dirinya terhadap kematian. Oleh karena itu setiap orang juga mempunyai kekuatab untuk dirinya sendiri terhadap kehidupan.
  2. Kemampuan untuk memecahkan persoalan, hal ini didapat jika kita mampu mempertahankan kondisi tubuh, sebagai contoh : tubuh manusia bekerja optimum dengan temperatur 37 derajat Celsius. Mengabaikan temperatur lingkungan akan menyebabkan penyempitan susunan fungsi inti didalam tubuh yang efektivitasnya tinggi yang pada akhirnya akan mengganggu peredaran darah, menurunkan aktivitas sel, dan akhirnya otak cepat kehilangan hubungan dengan realitas, akhirnya bertindak irrasional berbarengan dengan turunnya koordinasi yang akhirnya berakibat fatal. Pengetahuan dan pengalaman tidak ada artinya kalau tubuh hanya bekerja dengan separuh kemampuannya, penghematan sumber daya seperti energi, panas dan air adalah penting.
Mengapa ada survival ? Timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi. Banyaknya kesulitan-kesulitan tersebut biasanya timbul akibat kesalahan-kesalahan kita sendiri. Dalam keadaan tersebut adad beberapa faktor yang menentukan seorang survivor mampu bertahan atau tidak, antara lain : mental, kurang lebih 80% kesiapan kita dalam survival terletak dari kesiapan mental kita. Timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi. Kesulitan-kesulitan tersebut antara lain :
  • Keadaan alam (cuaca dan medan)
  • Keadaan mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan)
  • Keadaan diri sendiri (mental, fisik dan kesehatan)
  • Banyaknya kesulitan-kesulitan tsb biasanya timbul akibat kesalahan-kesalahan kita sendiri
Dalam keadan tersebut ada beberapa faktor yang menetukan seorang Survivor mampu bertahan atau tidak, antara lain : mental, kurang lebih 80% kesiapan kita dalam survival terletak dari kesiapan mental kita. Timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi. Kesulitan-kesulitan tsb antara lain :
  • Keadaan alam (cuaca dan medan)
  • Keadaan mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan)
  • Keadaan diri sendiri (mental, fisik, dan kesehatan) Banyaknya kesulitan-kesulitan tsb biasanya timbul akibat kesalahan-kesalahan kita sendiri.

KODE ETIK PENCINTA ALAM INDONESIA

Kode Etik Pecinta Alam merupakan janji para penggiat para pecinta alam yang dirumuskan pada Gladian Nasional Pecinta Alam IV di Ujungpandang pada tahun 1974. Berikut isi dari Kode Etik Pecinta Alam.

kode etik pecinta alam indonesia


KODE ETIK PECINTA ALAM INDONESIA

Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa alam beserta isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
Pecintan Alam Indonesia adalah bagian dari masyarakat Indonesia sadar akan tanggung jawab kami kepada Tuhan, Bangsa dan Tanah Air
Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa pecinta alam adalah sebagian dari mahluk yang mencintai alam sebagai anugrah yang Mahakuasa

Sesuai dengan hakekat di atas, kami dengan kesadaran menyatakan :
  1. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Memelihara alam beserta isinya serta menggunakan sumber alam sesuai dengan kebutuhannya
  3. Mengabdi kepada Bangsa dan Tanah Air
  4. Menghormati tata kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitar serta menghargai manusia dan kerabatnya
  5. Berusaha mempererat tali persaudaraan antara pecinta alam sesuai dengan azas pecinta alam
  6. Berusaha saling membantu serta menghargai dalam pelaksanaan pengabdian terhadap Tuhan, Bangsa dan Tanah Air
  7. Selesai

Disusun & Disyahkan bersama dalam Gladian Nasional Pecinta Alam ke IV di Ujung Pandang tahun 1974.

APA ITU MENDAKI GUNUNG


Apa itu Mendaki Gunung?


Apa itu Mendaki Gunung? Mendaki gunung identik dengan perjalanan untuk mencapai puncak gunung dengan melalui hutan-hutan lebat dan menerobos semak-semak untuk membuat jalur agar bisa dilewati. Pendakian ini bisa memakan waktu beberapa jam atau bahkan berhari tergantung panjang jalur yang dilalui.

Tak dapat dipungkiri bahwa mendaki gunung mempunyai resiko tinggi, sehingga untuk meminimalisir resiko tersebut dibutuhkan pengetahuan tentang bagaimana mendaki gunung dengan baik dan benar. Untuk itu banyak klub-klub pencinta alam yang menyelenggarakan pendidikan dan latihan dasar mendaki gunung.

Sekilas memang, mendaki gunung itu kelihatannya sangatlah mudah, tinggal jalan kaki dan sampai ke puncak gunung. Karena pada dasarnya mendaki gunung itu tidak ada bedanya dengan kegiatan hikking, hanya saja lebih ekstrim dan memerlukan persiapan yang baik untuk melakukannya. Ya benar, memang naik gunung itu hanya persoalan berjalan. Berjalan dari kaki gunung menuju ke puncak, simple sekali. Akan tetapi pada kenyataannya tidak se-simple itu, banyak hal yang harus dipersiapkan, dari mulai peralatan, manajemen perjalanan, fisik dan mental. Disinilah diperlukan pengetahuan tentang mandaki gunung. Bahkan ada kode etik yang harus senantiasa kita patuhi ketika kita melakukan pendakian.

Sejarah naik gunung itu sendiri di Indonesia dimulai sejak tahun 1964. Pada masa tahun 60-90 an kegiatan mendaki gunung di Indonesia tercinta ini, kebanyakan hanya dilakukan oleh klub-klub pencinta alam atau klub pendaki gunung lainnya, baik itu dari kalangan pelajar, mahasiswa dan umum. Ketika mendaki gunung tidak hanya sekedar ajang untuk "gaya-gaya-an" tetapi lebih sebagai salah satu cara seorang manusia mengekspresikan dirinya untuk mencintai, dan menikmati alam sehingga lebih bisa mensyukuri karunia yang diberikan Tuhan kepada kita sebagai mahluknya. Sehingga ketika mereka mendaki gunung, mereka tidak akan membuat kerusakan pada alam sekitarnya. Mereka mengerti dan menghormati alam sebagai bagian dari ciptaan-Nya yang harus senantiasa dijaga kelestariannya. Karena kalau tidak kita, siapa lagi yang akan melestarikannya? Selain itu pula mereka selalu dibekali dengan pengetahuan tentang naik gunung, sehingga bisa meminimalisir terjadinya kecelakaan ketika mendaki gunung. 

Sebetulnya banyak hal yang perlu dipelajari ketika seseorang ingin menjadi pendaki gunung, seperti pengetahuan tentang mountenering, navigasi, tali temali, manajemen perjalanan, survival dan lain sebagainya. Untuk pengetahuan mendaki gunung ini nanti akan kita bahas satu persatu dalam postingan selanjutnya.

Nah...untuk sobat-sobat yang akan mendaki gunung dan ingin menjadi seorang pendaki, cobalah untuk memahami dan mengerti kenapa dan apa yang kita cari ketika kita mendaki gunung. Belajarlah dari alam, karena banyak hal yang akan kita dapat dari situ. Jadilah pendaki-pendaki yang tangguh yang selalu mencintai, menjaga dan melestarikan alam. Janganlah menjadi pendaki "gaya-gaya-an" jadilah pendaki gunung yang sesungguhnya.

Salam Rimba...!!!!

"Dunia itu selauas langkah kaki. Jelajahilah dan jangan takut melangkah. Hanya dengan itu kita bisa mengerti kehidupan dan menyatu dengan alam"

---- Soe Hok Gie ----
▲
Top